Changan Indonesia secara resmi memperkenalkan keunggulan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) sebagai alternatif yang dinilai lebih praktis dibandingkan sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Teknologi ini diklaim mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih mendekati mobil listrik murni (BEV) tanpa harus mencemaskan jarak tempuh.
Dwi Setiyoko, After Sales Trainer Changan Indonesia, menjelaskan bahwa kunci perbedaan terletak pada mekanisme penggeraknya. Dalam sistem REEV, motor listrik berperan sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Hal ini berbeda dengan sistem PHEV yang memungkinkan mesin bensin mengambil alih peran penggerak roda secara langsung dalam kondisi tertentu.
Peniadaan mekanisme penghubung antara mesin bensin dan roda membuat konstruksi REEV menjadi lebih sederhana dan efisien. Efisiensi teknis ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih optimal bagi pengguna di tanah air, terutama mengingat karakteristik infrastruktur pengisian daya listrik yang masih terus berkembang di berbagai daerah.
Sebagai langkah nyata, Changan menghadirkan teknologi ini melalui model Deepal S05. Kendaraan ini dibekali mesin bensin 1.500 cc yang dilengkapi fitur pemulihan energi (energy recovery) saat deselerasi. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menargetkan model ini menjadi tulang punggung penjualan dengan memberikan komitmen perlindungan berupa garansi baterai hingga delapan tahun atau 240 ribu kilometer.