Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 telah resmi berakhir dengan mencatatkan capaian impresif. Selama 32 hari penyelenggaraan sejak 11 Juni hingga 12 Juli 2026, pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara ini berhasil menarik 6,1 juta pengunjung dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp8,2 triliun. Di balik kemeriahan pameran yang diikuti lebih dari 2.800 perusahaan tersebut, terdapat tantangan operasional besar dalam mengelola dinamika mobilitas jutaan kendaraan di kawasan JIExpo Kemayoran.

Mengelola pergerakan kendaraan dalam event berskala masif menuntut sistem yang jauh lebih fleksibel dibandingkan manajemen parkir di area komersial biasa. Secure Parking Indonesia (SPI) sebagai pengelola layanan parkir di lokasi tersebut menerapkan pola operasional 24 jam dengan mengoptimalkan akses di sisi timur, utara, dan barat. Sebanyak puluhan pintu masuk dan keluar kendaraan disiagakan untuk memastikan sirkulasi arus tetap terjaga, terutama setelah adanya kebijakan larangan parkir di badan jalan di sekitar kawasan JIExpo.

Tantangan operasional semakin kompleks karena pola kunjungan yang terus berubah setiap harinya. Untuk merespons dinamika ini, SPI menugaskan hingga 293 personel pada akhir pekan, serta 237 personel pada hari kerja guna mengantisipasi kepadatan antrean. Andiyanto, General Manager Operation SPI, menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan pengelolaan parkir pada event besar terletak pada kemampuan tim di lapangan dalam membaca situasi secara real-time dan melakukan tindakan preventif sebelum kemacetan terjadi.

Manajemen mobilitas kini telah bertransformasi menjadi tulang punggung dari keberhasilan sebuah penyelenggaraan acara. Rustam Rachmat, Managing Director SPI, menyatakan bahwa kenyamanan pengunjung dimulai sejak mereka menginjakkan kaki di kawasan pameran. Ketika infrastruktur pendukung, khususnya manajemen parkir, berjalan dengan tertib dan teratur, maka ekosistem acara secara keseluruhan akan beroperasi dengan jauh lebih efektif.

Keberhasilan Jakarta Fair 2026 menjadi cerminan bahwa kualitas sebuah ajang besar tidak hanya diukur dari apa yang terjadi di dalam stan pameran atau panggung hiburan. Peran sistem pendukung yang bekerja di balik layar, yang memastikan aksesibilitas pengunjung berlangsung lancar dari kedatangan hingga kepulangan, menjadi elemen krusial yang memungkinkan jutaan orang menikmati gelaran tersebut dengan nyaman dan tertib.