Pasar saham di kawasan Asia mencatatkan kinerja yang bervariasi pada awal pekan ini, dengan sektor teknologi menjadi pusat perhatian utama investor. Indeks Nikkei 225 di Jepang dan Kospi di Korea Selatan mengalami tekanan jual, masing-masing terkoreksi 1,2% dan 2,4% akibat fluktuasi tajam pada saham-saham berbasis teknologi. Sebaliknya, bursa Tiongkok dan Hong Kong menunjukkan performa yang lebih stabil dengan penguatan tipis pada indeks Shanghai Composite dan Hang Seng.
Kecerdasan Buatan (AI) tetap menjadi katalis pertumbuhan pasar yang dominan. Namun, optimisme tersebut mulai dibayangi oleh keraguan investor mengenai waktu realisasi keuntungan dari investasi jumbo yang telah digelontorkan. Perusahaan raksasa seperti Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft diproyeksikan akan menghabiskan lebih dari 725 miliar dolar AS tahun ini untuk riset dan pengembangan AI. Laporan keuangan kuartal kedua yang akan segera dirilis menjadi tolok ukur krusial untuk membuktikan efektivitas investasi tersebut.
Di tengah tantangan pasar, Foxconn mencatatkan performa gemilang dengan kenaikan saham melebihi 6% setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi. Perusahaan perakitan iPhone ini kini semakin gencar berekspansi ke sektor server AI untuk Nvidia, serta merambah industri robotika dan kendaraan listrik. Selain itu, fokus pasar kini tertuju pada Samsung Electronics dan SK hynix yang diprediksi akan mencatatkan lonjakan laba signifikan berkat tingginya permintaan chip memori untuk infrastruktur AI.
Sentimen makro global turut memengaruhi arah pergerakan bursa, terutama terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve. Data tenaga kerja AS yang moderat dan penurunan harga energi meningkatkan keyakinan pasar bahwa bank sentral AS akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir Juli mendatang. Analis ANZ Bank, Richard Yetsenga, menilai bahwa kenaikan suku bunga dalam jangka pendek tampak tidak mungkin, meski The Fed diperkirakan tetap akan bersikap hati-hati demi menjaga stabilitas inflasi.
Investor saat ini bersiap memantau risalah rapat The Fed serta pernyataan para pejabat bank sentral dalam konferensi Bank Sentral Eropa untuk mendapatkan sinyal kebijakan ke depan. Sementara itu, di pasar domestik Vietnam, indeks VN-Index dan HNX-Index turut mengalami tekanan koreksi yang mencerminkan kewaspadaan pelaku pasar di tengah ketidakpastian sentimen regional.