Perusahaan penyelenggara pameran bisnis internasional (B2B) asal Rusia, ITE Group, resmi menetapkan Indonesia sebagai negara prioritas dalam ekspansi jaringan perdagangan global mereka. Langkah ini diambil menyusul tren pertumbuhan perdagangan bilateral yang positif serta tingginya potensi daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar internasional.
Dalam gelaran MosBuild Forum Jakarta 2026 yang berlangsung di ICE BSD, CEO ITE Group Dmitry Zavgorodniy menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi pelaku usaha Indonesia agar dapat menjangkau pasar Rusia dan negara-negara CIS secara lebih luas. Data mencatat, nilai ekspor Indonesia ke Rusia sepanjang tahun 2025 melonjak signifikan sebesar 42,7 persen, mencapai angka 1,88 miliar dolar AS.
Zavgorodniy menyoroti sektor furnitur sebagai peluang emas yang belum tergarap optimal. Meski ekspor produk kayu mengalami kenaikan tajam hingga 156 persen, kontribusi furnitur Indonesia ke pasar Rusia masih tergolong minim, yakni hanya 0,17 persen dari total kebutuhan impor negara tersebut. Ruang kosong ini dianggap sebagai celah besar bagi produsen furnitur lokal, terutama pasca berkurangnya pasokan dari negara-negara pesaing lainnya.
International Sales Director ITE Group, Darryl Pawsey, menambahkan bahwa MosBuild bukan sekadar ajang pameran, melainkan pintu masuk strategis bagi perusahaan Indonesia untuk berinteraksi langsung dengan wholesaler, arsitek, hingga pengembang properti besar di Rusia. Selain akses fisik, peserta juga dibekali dengan platform digital 'ITE Connect' yang memungkinkan interaksi bisnis berlangsung sebelum pameran dimulai.
PT Tatalogam Lestari menjadi salah satu pionir perusahaan Indonesia yang memanfaatkan platform ini di MosBuild 2026. Account Manager PT Tatalogam Lestari, Hengky Prasetia, mengungkapkan bahwa integrasi antara partisipasi fisik dan dukungan teknologi digital memberikan keuntungan signifikan dalam memperoleh calon mitra potensial, mulai dari kontraktor lokal Rusia hingga pelaku industri dari Turki dan kawasan Eropa lainnya.