Kementerian Sains dan Teknologi tengah mematangkan skema kebijakan baru yang bertujuan mengakselerasi transformasi digital dan inovasi di sektor korporasi. Dalam sebuah lokakarya strategis yang digelar baru-baru ini, kementerian mengusulkan pemberian subsidi sebesar 50% untuk suku bunga pinjaman bagi perusahaan yang melakukan investasi pada penerapan, transfer, serta pengembangan teknologi melalui Dana Inovasi Teknologi Nasional.
Skema subsidi ini dirancang dengan batas maksimum bantuan sebesar 6% per tahun selama kurun waktu lima tahun. Rencananya, kebijakan ini akan diujicobakan terlebih dahulu kepada 20 perusahaan terpilih guna mengukur efektivitasnya sebelum diimplementasikan secara luas di seluruh negeri hingga akhir September 2026.
Menteri Sains dan Teknologi, Vu Hai Quan, menegaskan bahwa posisi perusahaan adalah pusat dari ekosistem inovasi. Pemerintah, dalam hal ini, bertindak sebagai fasilitator yang menciptakan mekanisme kondusif untuk menekan biaya investasi teknologi. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan beban finansial sekaligus memicu keberanian pelaku usaha untuk mengadopsi teknologi baru yang mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Bui Quang Minh, Direktur Dana Inovasi Teknologi Nasional, menjelaskan bahwa program ini tetap mengedepankan prinsip pasar. Artinya, lembaga perbankan tetap memegang kendali penuh dalam melakukan penilaian kelayakan kredit, manajemen risiko, dan keputusan pemberian pinjaman. Pemerintah tidak terlibat langsung dalam penyediaan modal, melainkan hanya memberikan insentif untuk meringankan biaya bunga.
Dukungan ini akan diprioritaskan bagi proyek-proyek yang melibatkan teknologi tinggi, teknologi strategis, serta sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada penguasaan teknologi dan daya saing global.