Kementerian Sains dan Teknologi tengah mematangkan skema pemberian subsidi suku bunga pinjaman bagi dunia usaha yang berkomitmen melakukan inovasi teknologi. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mempercepat transformasi digital serta meningkatkan produktivitas industri dalam kerangka kebijakan nasional yang lebih komprehensif.
Dalam lokakarya yang digelar di Hanoi, diusulkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang penerapan, transfer, maupun inovasi teknologi berhak menerima bantuan subsidi bunga sebesar 50% dari total bunga pinjaman bank. Bantuan ini dibatasi maksimal 6% per tahun dengan durasi dukungan selama lima tahun. Kebijakan ini akan diuji coba terlebih dahulu kepada 20 perusahaan terpilih sebelum diterapkan secara luas.
Menteri Sains dan Teknologi, Vu Hai Quan, menegaskan bahwa peran negara dalam ekosistem ini adalah sebagai fasilitator utama. Pemerintah berupaya meringankan beban biaya investasi agar perusahaan mampu berinovasi lebih leluasa. Pendekatan ini berbasis prinsip pasar, di mana keputusan pemberian kredit tetap berada di tangan lembaga keuangan, sementara pemerintah berperan sebagai katalisator untuk menciptakan efek pengungkit (leverage) ekonomi.
Direktur Dana Inovasi Teknologi Nasional (NATIF), Bui Quang Minh, menambahkan bahwa prioritas akan diberikan pada proyek yang mengadopsi teknologi strategis dan memiliki nilai tambah tinggi. Kriteria penilaian mencakup efektivitas sosial-ekonomi serta kepatuhan hukum dari perusahaan pemohon. Program percontohan ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir September 2026, yang nantinya akan dievaluasi untuk memastikan mekanisme penyaluran bantuan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.