Sebanyak 98 Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul dalam sesi Business Meeting and Matching Forum Bisnis dan Investasi Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan. Pertemuan strategis ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah kota untuk membedah paradigma baru dalam menarik minat investor melalui konsep 'Roadmap to Investable City'.

Investment & Business Development Expert, Fajar Informanto, menegaskan bahwa pemerintah kota perlu bergeser dari sekadar pemburu investor menjadi destinasi yang layak investasi. Melalui 'Playbook 90 Hari', daerah didorong mengoptimalkan aset lokal dengan bertumpu pada tiga pilar strategis, yaitu occupancy, traffic, dan income. Pendekatan ini diharapkan mampu menghidupkan ekosistem ekonomi lokal sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, kolaborasi internasional juga menjadi sorotan. Perwakilan ACCIÓ, Siang Chin Sim, memperkenalkan layanan inovatif dari Pemerintah Catalonia, seperti GreenTech Catalogue dan Open Innovation Challenge. Layanan ini menawarkan solusi konkret bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk mengakses jejaring industri global, transfer teknologi, serta memperkuat komitmen investasi berbasis inovasi dan keberlanjutan.

Transformasi tata kelola investasi kini juga menuntut pendekatan berbasis data. Manajer Databoks by Katadata, Jamalinuri, memaparkan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mengolah lebih dari 100 indikator strategis. Dengan dashboard yang komprehensif, pemerintah kota dapat memetakan profil investasi, menganalisis kinerja daerah, dan membuat keputusan yang lebih akurat guna memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun global.

Selain aspek teknis dan data, strategi komunikasi publik turut menjadi pilar penguat citra daerah. VP of Commercial IDN, Benedictus Oktario, menyoroti pentingnya kemasan konten kreatif dalam mempromosikan potensi kota kepada generasi muda dan kalangan eksekutif. Melalui platform media digital dan jejaring bisnis seperti FORTUNE Indonesia, pemerintah kota diharapkan mampu membangun narasi yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan investor serta publik secara luas.

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk menerapkan langkah nyata dalam 90 hari ke depan. Kesepakatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya ekosistem investasi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkokoh posisi kota-kota di Indonesia sebagai destinasi bisnis yang berdaya saing tinggi.