Upaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan di wilayah pesisir kini mendapatkan dorongan inovatif melalui kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan IPB University. Tim pengabdian masyarakat dari kedua universitas tersebut telah memperkenalkan teknologi rumpon portabel yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nelayan di Desa Kabetan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah.

Selama ini, nelayan setempat mayoritas masih bergantung pada alat tangkap sederhana di perairan dangkal yang hanya menjangkau ikan karang dengan nilai ekonomi terbatas. Inovasi rumpon portabel berbasis atraktor suara hadir sebagai solusi untuk menarik ikan pelagis—yang memiliki nilai jual lebih tinggi—agar lebih mudah dijangkau oleh nelayan lokal hingga kedalaman 30 meter.

Program yang dipimpin oleh Dr. Ir. Sri Raharno dari FTMD ITB ini tidak sekadar memberikan bantuan fisik. Sebanyak enam unit rumpon portabel, paket jaring, dan alat pancing diserahkan kepada nelayan bersamaan dengan rangkaian pelatihan teknis. Pendampingan ini difokuskan agar para nelayan mampu mengoperasikan, merawat, dan memelihara alat tersebut secara mandiri dalam jangka panjang.

Selain menyentuh aspek perikanan, tim pengabdian juga mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan lampu jalan tenaga surya di kawasan pesisir. Fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan aspek keselamatan serta memberikan akses penerangan yang lebih baik bagi aktivitas masyarakat di malam hari.

Langkah strategis ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Keberhasilan implementasi di Desa Kabetan diproyeksikan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa dalam optimalisasi sumber daya laut.