Pemerintah Indonesia mengambil langkah konkret untuk memperkuat sektor maritim nasional dengan membidik kemitraan strategis bersama Rusia. Fokus utama dari kolaborasi ini mencakup transfer teknologi, investasi infrastruktur, serta peningkatan kapabilitas galangan kapal dalam negeri guna menjawab tantangan kebutuhan logistik di negara kepulauan.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi katalisator bagi modernisasi industri perkapalan tanah air. Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi Rusia yang telah teruji secara global, Indonesia berupaya meningkatkan daya saingnya di pasar pelayaran kawasan Asia Tenggara sekaligus memperkuat konektivitas antarpulau.
Sebagai negara dengan lebih dari 17.000 pulau, sektor maritim merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia yang vital bagi distribusi logistik, perikanan, hingga energi lepas pantai. Sinergi ini dipandang sebagai langkah tepat karena mampu mengintegrasikan permintaan domestik yang masif dengan kepakaran teknis Rusia di bidang desain kapal, sistem propulsi canggih, dan rekayasa kelautan yang kompleks.
Peluang kolaborasi ini semakin terbuka lebar setelah adanya kesepakatan Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Dalam forum di Yekaterinburg, perwakilan Kementerian Perindustrian menekankan bahwa keselarasan antara potensi pasar Indonesia dan keunggulan teknologi Rusia menjadi fondasi kuat untuk menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi kemandirian industri maritim nasional.