Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tengah merancang langkah strategis untuk merombak ekosistem olahraga nasional. Langkah ini diambil setelah delegasi NOC Indonesia menyelesaikan program International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2026.
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut memberikan perspektif krusial mengenai pola integrasi olahraga di Amerika Serikat. Negeri Paman Sam dianggap berhasil menempatkan atlet di puncak prestasi dunia melalui sinergi yang solid, mulai dari pembinaan usia dini, manajemen organisasi, hingga dukungan industri yang sangat kuat.
Salah satu poin utama yang disoroti adalah model National Collegiate Athletic Association (NCAA). Okto menilai, pola pengembangan atlet melalui jalur perguruan tinggi sangat relevan untuk diadopsi di Indonesia guna memastikan keberlanjutan pembinaan talenta muda secara profesional dan terukur.
Selain aspek teknis pembinaan, delegasi juga mendalami pentingnya ekosistem yang melibatkan sektor pendanaan, manajemen sport science, hingga tata kelola anti-doping. Menurut Okto, keberhasilan prestasi olahraga tidak bisa dicapai melalui upaya sektoral yang terpisah-pisah, melainkan melalui kolaborasi lintas pihak yang terintegrasi.
Hasil dari pembelajaran di Amerika Serikat ini nantinya akan disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, sebagai rekomendasi kebijakan. Inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian besar terhadap pengembangan jangka panjang dunia olahraga tanah air agar lebih kompetitif di kancah global.