BLITAR – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendongkrak kesejahteraan petani lokal, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Blitar menggelar sosialisasi dan diseminasi teknologi pertanian modern pada Selasa (4/8/2026). Agenda strategis ini melibatkan puluhan petani, perwakilan kelompok tani, serta pemangku kepentingan di sektor agraria daerah setempat.

Mewakili Ketua HKTI Kabupaten Blitar Mujib, Ketua Pemuda Tani Indonesia (PTI) Blitar Fredy Agung Kurniawan menegaskan bahwa pengenalan teknologi ini merupakan langkah krusial. Menurutnya, adopsi inovasi pertanian secara cepat dan tepat guna sangat dibutuhkan untuk menekan biaya produksi sekaligus melipatgandakan hasil panen.

Fredy mengimbau para petani agar perlahan meninggalkan metode konvensional yang dinilai kurang efisien. Adaptasi terhadap inovasi mutakhir dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global yang kian tidak menentu serta menjaga stabilitas produktivitas lahan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan berbagai materi praktis. Mulai dari sistem budidaya modern, pemilihan benih unggul, penggunaan pupuk presisi, pengendalian hama terpadu, hingga optimalisasi alat mesin pertanian (alsintan) untuk efisiensi kerja di lapangan.

Tidak sekadar memaparkan teori, acara ini juga menjadi wadah diskusi interaktif bagi petani untuk memecahkan persoalan riil di sawah. Melalui kolaborasi erat antara HKTI, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi, Kabupaten Blitar ditargetkan mampu menjadi lumbung pangan penyokong nasional dengan komoditas yang kompetitif dan berkelanjutan.