Produsen otomotif terkemuka, BYD, resmi memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) teranyar untuk pasar Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat portofolio kendaraan ramah lingkungan (New Energy Vehicle/NEV) sekaligus menawarkan solusi mobilitas yang lebih fleksibel bagi masyarakat di masa transisi menuju era elektrifikasi penuh.
Kehadiran teknologi ini dinilai sangat relevan dengan lanskap otomotif tanah air. Berdasarkan data per Maret 2026, pasar otomotif domestik memang masih didominasi oleh kendaraan bermesin konvensional (ICE) sekitar 75 persen. Kendati demikian, adopsi kendaraan listrik menunjukkan tren positif dengan lonjakan pangsa pasar dari di bawah 1 persen pada 2022 menjadi 20 persen pada kuartal pertama 2026, yang didorong oleh penetrasi agresif BYD sejak dua tahun lalu.
Teknologi DM mengusung filosofi "electric-first", di mana motor listrik bertindak sebagai penggerak utama kendaraan. Berbeda dengan sistem hibrida konvensional yang bertumpu pada mesin bensin, teknologi dari BYD ini mempertahankan sensasi berkendara khas mobil listrik murni, seperti akselerasi yang instan, kekedapan kabin yang senyap, serta respons berkendara yang halus.
Saat dioperasikan di dalam kota, kendaraan dapat melaju sepenuhnya dengan tenaga baterai. Ketika daya mulai menipis, sistem cerdas akan mengaktifkan mesin bensin sebagai generator pengisi daya melalui mode HEV Series. Sementara untuk kebutuhan performa tinggi seperti melewati jalan bebas hambatan, mode HEV Parallel akan memadukan tenaga mesin dan motor listrik secara bersamaan tanpa mengorbankan kenyamanan transmisi.
Efisiensi menjadi daya tarik utama dari teknologi ini. Dalam pengujian internal, kendaraan dengan teknologi DM mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter. Nilai efisiensi tersebut setara dengan biaya operasional sekitar Rp300 per kilometer, menjadikannya pilihan yang jauh lebih hemat dibanding mobil bermesin konvensional.
Inovasi ini sekaligus menjawab kekhawatiran klasik konsumen Indonesia terkait keterbatasan infrastruktur pengisian daya di luar kota besar. Melalui teknologi hibrida canggih ini, BYD berharap dapat meminimalkan kecemasan jarak tempuh (range anxiety) tanpa mengurangi manfaat ekonomis dan keramahan lingkungan yang ditawarkan oleh era baru transportasi.