Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, secara resmi menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mendorong perbaikan mutu pelayanan publik, khususnya pada sektor kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Juru bicara Banggar DPRD Gunung Mas, Yulius Agau, menekankan pentingnya pembenahan fasilitas di RSUD Kuala Kurun. Fokus utama diberikan pada perbaikan ruang rawat inap anak agar memenuhi standar kenyamanan dan kebersihan yang lebih layak bagi pasien. Menurutnya, aspek kenyamanan merupakan bagian integral dari proses penyembuhan yang harus diperhatikan oleh pihak manajemen rumah sakit.
Lebih lanjut, Banggar menyoroti pentingnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap keberlangsungan layanan di puskesmas. Salah satu poin kritis yang disoroti adalah kekosongan dokter definitif di beberapa unit pelayanan. Pihak legislatif mendesak agar sistem dokter pengganti atau penanggung jawab (on-call) dijalankan secara efektif demi menjaga keselamatan pasien tanpa mengurangi standar kualitas penanganan medis.
Selain masalah SDM, aspek manajerial farmasi juga tak luput dari perhatian. Banggar meminta adanya peningkatan pengawasan pada instalasi farmasi di setiap puskesmas. Pengelolaan stok obat yang tertib dan sistem pelaporan yang akurat dinilai krusial untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan obat yang sering kali menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong, memberikan apresiasi atas rekomendasi yang diajukan. Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti masukan tersebut sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.