Sektor e-commerce Indonesia tengah menghadapi fase transformasi mendalam seiring dengan kebijakan efisiensi yang terus berlanjut di tubuh Tokopedia. Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kembali mencuat pada awal Juli 2026 memicu diskusi luas mengenai arah bisnis perusahaan di bawah kendali ByteDance pasca-integrasi dengan TikTok Shop.
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, menegaskan bahwa langkah efisiensi merupakan keputusan internal perusahaan untuk mencapai keberlanjutan bisnis. Menurutnya, industri digital saat ini tengah beralih dari fase pengejaran pertumbuhan pasar yang agresif menuju model bisnis yang lebih ramping dan mengutamakan profitabilitas. Langkah ini dipandang sebagai upaya penyesuaian organisasi agar perusahaan mampu bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Pakar digital dan Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menyoroti bahwa integrasi antara TikTok Shop dan Tokopedia masih menyisakan tantangan penyesuaian model bisnis. Selain masalah redundansi fungsi, pergeseran signifikan juga dipicu oleh adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Otomatisasi kini mulai menggantikan peran manusia dalam berbagai fungsi operasional, mulai dari layanan pelanggan, pemasaran, hingga analisis data, yang pada akhirnya mengubah kebutuhan talenta di perusahaan digital.
Di sisi lain, Tokopedia mencatatkan pemulihan finansial yang signifikan dengan membukukan laba bersih Rp 600 miliar sepanjang 2025. Meski demikian, efisiensi tetap dilakukan secara bertahap sejak 2024. Gelombang pemangkasan terbaru dilaporkan menyasar berbagai divisi strategis, termasuk pengembangan teknologi dan layanan pemenuhan pesanan (fulfillment).
Menanggapi situasi ini, Heru Sutadi mendesak pemerintah untuk lebih proaktif dalam memantau dinamika sektor ekonomi digital. Ia berharap kementerian terkait dapat menjalin dialog dengan pelaku usaha agar efisiensi korporasi tidak selalu berpuncak pada PHK massal yang berdampak pada tenaga kerja. Hingga saat ini, pihak TikTok menyatakan bahwa penyesuaian organisasi yang dilakukan bertujuan untuk menyelaraskan riset dan pengembangan demi mendorong pertumbuhan jangka panjang bagi para kreator serta penjual di platform mereka.