Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pelayanan di Mina dan aspek kesehatan jemaah akan menjadi fokus utama perbaikan ke depan.

Meskipun penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinilai mengalami kemajuan signifikan dengan tingkat mortalitas yang berhasil ditekan hingga 25 persen, pemerintah merasa angka tersebut masih perlu diturunkan. Oleh karena itu, penguatan standar istithaah kesehatan bagi calon jemaah menjadi agenda krusial yang akan terus dioptimalkan demi menjamin keselamatan dan kebugaran jemaah selama di tanah suci.

Selain masalah kesehatan, Menhaj secara khusus menyoroti tantangan teknis dalam pelayanan di area Mina. Ia menegaskan perlunya langkah konkret untuk meningkatkan kenyamanan jemaah di wilayah tersebut, seraya memastikan bahwa seluruh inovasi digital seperti implementasi kartu Nusuk dan sistem pengelolaan kuota akan terus dievaluasi agar memberikan dampak maksimal.

Lebih lanjut, rangkaian Rakernas ini juga diikuti dengan agenda retret bagi jajaran Kementerian Haji dan Umrah. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat koordinasi dan soliditas internal agar pelayanan haji di masa mendatang dapat berlangsung lebih profesional dan humanis.

Menutup agenda tersebut, Menhaj memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk para petugas di lapangan (PPIH) serta dukungan dari jajaran TNI dan Polri. Semangat kolaborasi lintas sektor ini diharapkan terus terjaga untuk memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik bagi seluruh jemaah Indonesia.