Olahraga Hyrox tengah mencuri perhatian masyarakat urban di Indonesia, khususnya kalangan anak muda. Sebagai kompetisi kebugaran yang mengintegrasikan lari dengan delapan pos latihan fungsional, Hyrox menawarkan tantangan unik yang memadukan daya tahan serta kekuatan otot secara komprehensif.

Format perlombaan ini menuntut peserta untuk menempuh lari sejauh satu kilometer, yang diselingi oleh satu pos latihan fungsional di setiap jeda. Pola ini dilakukan secara repetitif sebanyak delapan kali hingga seluruh rangkaian kompetisi tuntas. Inovasi olahraga yang lahir di Jerman pada 2017 silam ini kini telah berkembang pesat dan mulai rutin diadakan di berbagai kota besar di Tanah Air.

Antusiasme ini tercermin dalam gelaran AirAsia Hyrox Jakarta yang dihelat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Tangerang, belum lama ini. Salah seorang partisipan, Sara (28 tahun), menuturkan bahwa ketertarikannya mengikuti ajang ini didasari oleh keinginan untuk menguji batas kemampuan fisik, bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Bersama rekannya, ia melakukan persiapan intensif di pusat kebugaran selama dua bulan guna memastikan kesiapan fisik menghadapi beban latihan yang cukup berat.

Selain diminati masyarakat umum, gelaran Hyrox di Indonesia juga kerap diramaikan oleh kehadiran sejumlah figur publik. Nama-nama besar seperti Luna Maya, Ibnu Jamil, hingga Gisella Anastasia tampak ambil bagian, yang kian memperkuat posisi Hyrox sebagai gaya hidup sehat yang kompetitif. Bagi para pemula, kunci utama dalam mengikuti kompetisi ini bukan sekadar meraih gelar juara, melainkan kemampuan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian tantangan dengan konsisten dan aman.