Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Kementerian Haji dan Umrah terkait program manasik kesehatan bagi calon jamaah haji tahun 2027. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat aspek pembinaan sebelum jamaah bertolak ke Tanah Suci.

Ketua Umum FK KBIHU, Manarul Hidayat, menegaskan bahwa kesehatan merupakan pilar utama dalam memenuhi syarat istitha'ah atau kemampuan berhaji. Menurutnya, pemahaman mengenai istitha'ah tidak boleh hanya terbatas pada aspek finansial saja, melainkan harus mencakup kondisi kesehatan fisik yang memadai sebagai syarat mutlak menjalankan ibadah.

Melalui pembinaan kesehatan yang dilakukan sejak dini, diharapkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dapat meningkat signifikan. Manarul berharap bahwa kesiapan fisik yang lebih prima akan memungkinkan para jamaah untuk menjalankan rangkaian ibadah secara mandiri tanpa harus terlalu bergantung pada bantuan pendamping selama di lapangan.

Lebih lanjut, FK KBIHU juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam mempercepat masa tunggu keberangkatan di berbagai wilayah. Langkah tersebut dinilai efektif dalam menekan proporsi jamaah lanjut usia, sehingga diharapkan proses bimbingan ibadah dapat berjalan lebih efisien dan fokus pada substansi ritual, bukan lagi sekadar bantuan fisik bagi jamaah yang lemah.