Penyedia solusi manajemen titik akhir terpadu (Unified Endpoint Management/UEM), Hexnode, resmi memperluas jangkauan pasarnya di Indonesia dengan menunjuk Ingram Micro Indonesia sebagai distributor resmi. Melalui kolaborasi strategis ini, Hexnode menargetkan nilai transaksi kolektif hingga US$ 10 juta, didorong oleh kebutuhan mendesak korporasi dalam mengamankan perangkat kerja dari ancaman siber yang terus meningkat.

Enterprise Sales Director ASEAN Hexnode, Keith O'Leary, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital yang pesat menjadikan Indonesia sebagai pasar prioritas di Asia Tenggara. Tren kerja hibrida dan kebijakan membawa perangkat pribadi (bring your own device/BYOD) kian menuntut sistem keamanan data yang tangguh guna memisahkan data sensitif perusahaan dengan data pribadi karyawan tanpa mengganggu produktivitas.

Kemitraan dengan Ingram Micro dipilih karena reputasi global dan luasnya jaringan integrator sistem serta penyedia layanan terkelola di tanah air. Platform Hexnode UEM sendiri menawarkan kontrol terpusat yang kompatibel dengan berbagai sistem operasi utama, seperti Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS. Solusi ini juga dilengkapi fitur kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang kini menjadi standar krusial di Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi, menekankan bahwa proteksi digital kini wajib mencakup seluruh ekosistem teknologi informasi, termasuk perangkat internet untuk segala (Internet of Things/IoT) seperti jam tangan pintar yang terhubung ke jaringan kantor. Kemampuan Hexnode mengelola lebih dari sembilan sistem operasi dalam satu platform dinilai menjadi solusi efisien bagi kompleksitas infrastruktur TI perusahaan modern.

Langkah ekspansi ini juga merespons urgensi keamanan siber nasional yang kian kritis. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lonjakan insiden siber hingga 5,5 miliar sepanjang tahun 2025, naik 714 persen dibanding rata-rata empat tahun sebelumnya, disusul 1,52 miliar ancaman pada awal 2026. Melalui sinergi ini, kedua perusahaan berkomitmen membantu sektor industri lokal mengadopsi transformasi digital secara aman dan efisien.