PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) secara resmi telah merampungkan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan nilai perolehan mencapai Rp 28,46 miliar. Dana tersebut terkumpul melalui penerbitan 66,67 juta lembar saham baru di harga Rp 427 per saham, yang seluruhnya diserap oleh PT PIMSF Pulogadung, entitas baru yang kini menjadi pemegang saham pengendali perusahaan.

Masuknya PIMSF Pulogadung yang bernaung di bawah Tjokro Group menjadi momentum strategis bagi Geoprima Solusi untuk melakukan restrukturisasi lingkup bisnis. Direktur Utama Geoprima Solusi, Dionysius Tjokro, mengungkapkan bahwa perseroan telah melakukan pembaruan pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) guna menyelaraskan langkah operasional perusahaan dengan ekosistem Tjokro Group.

Dalam pengembangan bisnis terbarunya, GPSO kini merambah tiga bidang usaha tambahan, meliputi jasa konsultasi manajemen, perdagangan besar mesin kantor dan industri, serta pengelolaan real estat nonhunian. Meski diversifikasi dilakukan, pihak manajemen menegaskan bahwa bisnis utama perseroan di sektor perdagangan peralatan serta jasa survei dan pemetaan tetap menjadi prioritas utama.

Secara khusus, sektor real estat menjadi fokus ekspansi dalam waktu dekat melalui rencana akuisisi aset milik PT JIC senilai Rp 78 miliar. Aset tersebut diproyeksikan sebagai instrumen pendapatan berkelanjutan melalui skema penyewaan ruang usaha.

Menghadapi kuartal ketiga tahun 2026, pihak manajemen menyatakan masih akan fokus pada masa transisi dan penyesuaian operasional. Kendati demikian, perseroan tetap optimistis bahwa integrasi bisnis baru ini akan menjadi katalis positif bagi peningkatan pendapatan serta profitabilitas perusahaan secara bertahap ke depan.