Lampung Selatan - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan kembali meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api aktif ini telah mengalami 19 kali erupsi sepanjang periode 2 Juni hingga 11 Juli 2026, dengan status yang kini bertahan di Level III (Siaga).
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, menjelaskan bahwa pengawasan intensif terus dilakukan selama 24 jam penuh. Pemantauan ini mencakup pengamatan visual maupun instrumental guna mengantisipasi fluktuasi aktivitas gunung yang sewaktu-waktu bisa berubah secara signifikan.
Berdasarkan rekaman alat pemantau, aktivitas kegempaan dan hembusan vulkanik masih terdeteksi dengan intensitas yang dinamis. Peningkatan aktivitas sejak awal Juli lalu menjadi dasar kuat bagi Badan Geologi untuk menaikkan status kebencanaan gunung ini dari sebelumnya Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Mengantisipasi potensi bahaya akibat lontaran material pijar, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat, nelayan, dan wisatawan. Seluruh pihak dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman dua kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Selain itu, para nelayan yang melintasi perairan Selat Sunda diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca serta aktivitas vulkanik sebelum memutuskan melaut. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai isu-isu menyesatkan yang tidak bersumber dari rilis resmi lembaga berwenang.