Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Rabu (8/7/2026). Berdasarkan laporan dari Badan Geologi, erupsi terjadi tepat pada pukul 11.47 WIB dengan menyemburkan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak atau mencapai 357 meter di atas permukaan laut.
Kepala Tim Kerja Gunung Api Badan Geologi, Heruningtyas Desi Purnamasari, menjelaskan bahwa material abu yang dimuntahkan berwarna kelabu hingga hitam pekat. Berdasarkan pantauan arah angin, kolom abu tersebut bergerak ke arah barat laut dengan intensitas yang cukup tebal.
Secara teknis, erupsi ini tercatat di alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 50 milimeter dan berlangsung selama 42 detik. Meski aktivitas terpantau meningkat, Badan Geologi menyatakan bahwa gunung tersebut saat ini masih bertahan di status Level III atau Siaga.
Pihak otoritas menekankan pentingnya kepatuhan warga, wisatawan, serta pendaki untuk tidak beraktivitas atau mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan demi keselamatan masyarakat mengingat potensi bahaya yang masih mengintai.
Hingga saat ini, pemantauan terhadap fluktuasi aktivitas Gunung Anak Krakatau terus ditingkatkan oleh tim Badan Geologi. Masyarakat diharapkan tetap tenang, namun terus waspada terhadap setiap perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan oleh instansi berwenang.