Gunung Ibu yang terletak di Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan meluncurkan abu vulkanik pada Selasa (14/7/2026) malam pukul 22.49 WIT. Letusan ini menambah catatan panjang aktivitas seismik gunung api tersebut yang telah mengalami 12 kali erupsi sepanjang pekan terakhir.
Berdasarkan pemantauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, kolom abu hasil erupsi teramati membumbung hingga 800 meter di atas puncak, atau sekitar 2.125 meter di atas permukaan laut. Hembusan material vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas sedang ini bergerak mengarah ke utara. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum gempa letusan mencapai 28 milimeter dengan durasi 55 detik.
Saat ini, status aktivitas Gunung Ibu berada pada Level II (Waspada). Sepanjang hari Selasa (14/7/2026), pos pengamatan mencatat adanya 91 kali gempa letusan dengan rentang amplitudo 10 hingga 28 milimeter dan durasi berkisar antara 36 hingga 78 detik. Selain itu, terekam pula satu kali gempa hembusan serta sepuluh kali gempa harmonik yang menandakan adanya pergerakan fluida di bawah kawah aktif.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, PVMBG mengimbau masyarakat setempat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah. Rekomendasi ini juga diperluas hingga sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah aktif di sektor utara guna menghindari potensi bahaya langsung.
Secara nasional, frekuensi letusan Gunung Ibu terbilang sangat tinggi. Sepanjang tahun 2026, gunung api ini telah meletus sebanyak 1.050 kali. Jumlah tersebut menempatkan Gunung Ibu sebagai gunung api teraktif kedua di Indonesia setelah Gunung Semeru di Jawa Timur yang mencatat 1.405 kali erupsi pada periode yang sama.