Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara kembali dilaporkan meningkat setelah terjadinya erupsi pada Selasa, 14 Juli 2026. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu teramati membubung hingga 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut pada pukul 10.22 WIT.

Material vulkanik berupa kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang terpantau bergerak ke arah timur laut. Erupsi ini tercatat pada instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dan durasi selama 53 detik. Fenomena ini menambah panjang deretan aktivitas Gunung Ibu yang tercatat telah mengalami erupsi sebanyak sembilan kali hanya dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Ibu masih berada di Level II atau Waspada. Rekaman seismik pada hari yang sama menunjukkan dominasi gempa letusan sebanyak 89 kali, disusul oleh gempa guguran dan gempa hembusan. Sepanjang tahun 2026, Gunung Ibu telah mencatatkan 1.047 kali erupsi, menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Indonesia setelah Gunung Semeru.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak PVMBG mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat setempat serta wisatawan. Seluruh pihak dilarang keras melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, terdapat perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer yang dikhususkan pada area bukaan kawah di bagian utara, mengingat risiko lontaran material dan awan panas yang mungkin terjadi.