Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara kembali meningkat. Pada Senin (13/7/2026) pukul 22.08 WIT, gunung api tersebut dilaporkan kembali mengalami erupsi yang menyemburkan kolom abu ke udara.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, kolom abu erupsi teramati setinggi kurang lebih 400 meter di atas puncak atau mencapai 1.725 meter di atas permukaan laut. Material vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut dilaporkan bergerak menuju arah timur laut.
Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama 57 detik. Pihak otoritas mencatat, ini merupakan erupsi ketujuh yang terjadi dalam kurun waktu satu pekan terakhir, yang mengindikasikan tingkat aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
Hingga laporan ini disusun, status Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada. Catatan kegempaan harian pada 13 Juli 2026 menunjukkan intensitas yang signifikan, dengan 83 kali gempa letusan, 13 kali gempa harmonik, serta 82 kali gempa low frequency yang terekam sepanjang hari.
Menyikapi kondisi tersebut, PVMBG memberikan instruksi tegas bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan agar tidak mendekati area kawah. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi, serta diimbau waspada terhadap perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara.
Sebagai informasi tambahan, Gunung Ibu termasuk salah satu gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang tahun 2026. Tercatat telah terjadi 1.045 kali erupsi di gunung ini, menempatkannya di posisi kedua setelah Gunung Semeru di Jawa Timur dalam frekuensi letusan terbanyak secara nasional.