Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Minggu (12/7) malam pukul 19.14 WITA, gunung tersebut terpantau mengalami erupsi yang diawali dengan letusan tipe strombolian setinggi 100 meter dari Kawah Utara, disertai suara dentuman yang cukup jelas terdengar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa erupsi tersebut berlanjut dengan fase efusif berupa aliran lava pijar. Berdasarkan pantauan lapangan, material lava telah meluncur sejauh satu kilometer ke arah utara dan selatan, sementara ke arah barat daya aliran mencapai jarak 400 meter dari pusat kawah.
Peningkatan aktivitas ini sebenarnya telah terdeteksi sejak awal Juli 2026, ditandai dengan kenaikan tinggi kolom asap hingga 700 meter serta terekamnya berbagai jenis aktivitas seismik, mulai dari gempa guguran, hembusan, hingga tremor harmonik. Meski demikian, Badan Geologi menyatakan bahwa status Gunung Karangetang sejauh ini masih tertahan di Level II atau Waspada.
Pihak berwenang menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat setempat karena ancaman guguran lava dan awan panas masih berpotensi terjadi. Warga dilarang keras beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Selatan, serta diminta menjauhi sektor barat daya hingga selatan dalam jarak 2,5 kilometer dari Kawah Selatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, memantau perkembangan melalui kanal resmi PVMBG, serta mengabaikan segala bentuk informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait kondisi terkini Gunung Karangetang.