Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali meningkat pada Minggu (12/7/2026) malam. Erupsi yang tercatat pada pukul 19.13 Wita tersebut memicu lontaran lava pijar dan peningkatan aktivitas seismik yang cukup signifikan.

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang, Vieko Kristianse Rompas, memberikan peringatan keras kepada masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak gunung. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman lahar hujan serta banjir bandang yang sewaktu-waktu dapat mengalir hingga ke area pesisir.

Berdasarkan data seismograf, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 50 mm dengan durasi mencapai 153 detik. Lontaran lava pijar dari kawah utara terpantau mencapai ketinggian 100 meter, dengan jarak luncuran material ke berbagai arah, yakni ke arah selatan hingga 1.000 meter, serta ke arah utara barat laut dengan jarak yang sama.

Pihak pengamat juga menetapkan zona larangan beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama. Selain itu, terdapat perluasan zona bahaya sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan dan barat daya. Pembatasan ini diterapkan mengingat kondisi material lava yang menumpuk di lereng masih belum stabil dan berpotensi mengalami guguran atau meluncurkan awan panas secara tiba-tiba.

Seluruh masyarakat serta pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam zona prakiraan bahaya tersebut. Otoritas setempat akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Karangetang demi memastikan keselamatan warga di sekitar lereng gunung.