Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Selasa (14/7/2026) malam pukul 18.49 WITA, gunung api tersebut dilaporkan kembali mengalami erupsi. Letusan ini menambah rentetan aktivitas vulkanik yang tercatat sebanyak 16 kali dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, kolom abu akibat letusan teramati setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak, atau sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal ini terpantau bergerak ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22,2 milimeter dan berdurasi selama 117 detik.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih bertahan di Level III atau Siaga. Laporan kegempaan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu enam jam sebelum letusan malam hari, tepatnya pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, telah terjadi tiga kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar antara 22,2 hingga 29,6 milimeter. Selain itu, terekam pula tiga kali gempa tremor non-harmonik serta tiga kali gempa berfrekuensi rendah.

Mengantisipasi potensi bahaya susulan, PVMBG secara tegas mengimbau masyarakat setempat, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Kepatuhan terhadap zona aman ini sangat krusial guna menghindari dampak material vulkanik berbahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Sepanjang tahun 2026, aktivitas vulkanik di Indonesia terbilang cukup tinggi dengan total 3.179 letusan yang tercatat di seluruh wilayah tanah air. Gunung Semeru di Jawa Timur menempati urutan pertama dengan 1.403 kali letusan, sementara Gunung Lewotobi Laki-laki berada di posisi berikutnya dengan catatan 402 kali erupsi.