Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan terus dioptimalkan sebagai instrumen utama dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat realisasi penyaluran dana KUR telah mencapai Rp2,48 triliun atau sekitar 48,18 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp5,15 triliun.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada pencapaian target angka semata. Pihaknya lebih menekankan pada efektivitas dan kualitas pembiayaan agar setiap rupiah yang disalurkan benar-benar memberikan dampak produktif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan pelaku usaha lokal.

Merujuk pada data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan per 17 Juni 2026, sebanyak 38.501 debitur telah mendapatkan akses pembiayaan ini. Secara sektoral, sektor perdagangan menjadi penerima manfaat terbesar dengan total serapan mencapai Rp761,03 miliar yang menyasar hampir 15 ribu pelaku usaha.

Di sisi lain, skema KUR Mikro menjadi model pembiayaan yang paling diminati, dengan nilai penyaluran mencapai Rp1,58 triliun bagi lebih dari 30 ribu debitur. Kota Banjarmasin tercatat sebagai wilayah dengan realisasi penyaluran tertinggi, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menempati posisi sebagai lembaga penyalur utama dengan total distribusi Rp1,63 triliun.

Rusma menambahkan bahwa penguatan akses permodalan bagi UMKM akan terus ditingkatkan. Langkah ini diambil sebagai strategi konkret dalam menjaga resiliensi ekonomi daerah, mengingat UMKM merupakan tulang punggung yang krusial bagi keberlangsungan roda perekonomian di Kalimantan Selatan.