Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan kembali meningkat. Berdasarkan pantauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), gunung api tersebut melontarkan kolom abu setinggi 1,4 kilometer di atas puncak pada Selasa (22/4/2026) siang pukul 11.37 WITA.

Lana Saria, selaku Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, mengungkapkan bahwa kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Hembusan material vulkanik ini terpantau bergerak condong ke arah barat hingga barat laut, yang berpotensi menyebarkan hujan abu ke pemukiman di sekitarnya.

Mengingat status gunung masih berada pada Level III atau Siaga, otoritas terkait menekankan larangan ketat bagi warga, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak melakukan segala bentuk aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi dari instansi pemerintah terkait guna menghindari disinformasi.

Selain ancaman abu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar dingin, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung, seperti wilayah Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nawakote. Penggunaan masker pelindung pernapasan sangat dianjurkan bagi penduduk yang terpapar sebaran abu vulkanik secara langsung.

Pemerintah Daerah diharapkan terus mempererat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Langkah mitigasi ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjamin keselamatan masyarakat di tengah fluktuasi aktivitas gunung berapi tersebut.