Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat secara signifikan. Pada Rabu pagi (22/7/2026), gunung api tersebut dilaporkan mengalami dua kali erupsi besar beruntun yang menyemburkan abu vulkanik tebal ke udara.

Letusan pertama terdeteksi pada pukul 07.35 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter di atas puncak, atau sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut. Pos Pengamatan Gunung Api mencatat kolom abu kelabu tebal tersebut bertiup ke arah utara dan timur laut, dengan durasi gempa letusan selama 288 detik.

Hanya berselang beberapa jam, tepatnya pukul 10.29 WITA, letusan kedua kembali terjadi dengan tinggi kolom mencapai 1.200 meter di atas puncak. Kali ini, hembusan abu mengarah ke utara dan barat laut dengan durasi gempa selama 181 detik dan amplitudo maksimum 29,6 mm.

Menyikapi kondisi tersebut, Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bramantya Aji, mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk mengosongkan zona bahaya dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Ia juga mengingatkan warga agar tetap mengenakan masker guna melindungi sistem pernapasan dari paparan abu vulkanik.

Selain bahaya abu, warga yang bermukim di lereng gunung diperingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak, terutama saat curah hujan tinggi. Wilayah rawan seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih bertahan pada tingkat Siaga atau Level III. Berdasarkan data PVMBG, sepanjang tahun 2026 gunung api aktif ini tercatat telah mengalami letusan sebanyak 572 kali.