Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa Gunung Semeru hingga saat ini masih berada dalam status Level III atau Siaga. Langkah ini diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau secara intensif oleh otoritas terkait.

Pada Jumat (19/6/2026) pagi, Gunung Semeru tercatat memuntahkan kolom abu setinggi 1.000 meter ke arah utara dan barat laut. Fenomena tersebut diikuti dengan awan panas guguran yang meluncur sejauh 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra dari penduduk di sekitar kawasan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi. Ia menekankan bahwa status Siaga tidak berarti seluruh wilayah Lumajang tidak aman, melainkan hanya membatasi aktivitas pada zona-zona tertentu yang telah ditetapkan berdasarkan kajian teknis.

Berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat dilarang keras beraktivitas dalam radius 13 kilometer di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Selain itu, terdapat larangan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai yang berhulu di puncak Semeru, guna mengantisipasi ancaman lahar dingin maupun perluasan aliran awan panas.

Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan mitigasi bencana berjalan optimal. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca di kawasan puncak yang dapat meningkatkan risiko bahaya, serta senantiasa mematuhi protokol keselamatan yang berlaku.