Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat. Pada Jumat (12/6/2026) dini hari pukul 00.37 WIB, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat kembali mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu hingga mencapai 900 meter di atas puncak atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, serta bergerak condong ke arah selatan. Hingga laporan resmi dikeluarkan, aktivitas letusan terpantau masih terus berlangsung.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Data pemantauan kegempaan pada periode 12 Juni 2026 pukul 18.00 hingga 23.59 WIB menunjukkan lonjakan aktivitas yang signifikan, yakni terjadi 20 kali gempa letusan, 4 kali gempa guguran, dan 7 kali gempa hembusan.

Merespons kondisi tersebut, pihak PVMBG menegaskan kembali larangan bagi masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga dilarang melakukan kegiatan dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang jalur tersebut guna mengantisipasi ancaman awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer.

Catatan statistik MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia dengan total 1.235 kali letusan yang tercatat dari total 2.553 erupsi gunung api di seluruh Tanah Air.