Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi menggandeng The Lancet Regional Health – Western Pacific Commission untuk mematangkan arah transformasi kesehatan nasional. Kolaborasi ini bertujuan menyusun rekomendasi kebijakan jangka panjang berbasis bukti ilmiah yang krusial bagi persiapan Indonesia menghadapi satu abad kemerdekaan pada tahun 2045.

Peluncuran komisi yang berlangsung di Auditorium J. Leimena, Jakarta, ini menandai sejarah baru bagi dunia medis tanah air. Untuk pertama kalinya, sebuah komisi di bawah naungan jurnal medis bergengsi dunia, The Lancet, dipimpin langsung oleh para ilmuwan asal Indonesia. Langkah ini menjadi cerminan bahwa ekosistem riset nasional kini telah mencapai taraf kematangan yang diakui secara global.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul adalah instrumen utama untuk menghindari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle-income trap. Menurutnya, pemanfaatan bonus demografi pada 2030–2035 hanya bisa dioptimalkan apabila masyarakat memiliki kualitas kesehatan yang prima, mulai dari fase prenatal hingga lansia.

Dr. Sandersan Onie, selaku Founding Co-Chair Komisi Lancet Regional Health, menegaskan bahwa fokus utama inisiatif ini adalah memastikan akses kesehatan berkualitas menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan marginal. Komisi ini akan mendokumentasikan realitas kesehatan di daerah agar diakui dalam standar global, sekaligus membentuk pedoman kesehatan yang lebih adil.

Di sisi lain, Editor-in-Chief The Lancet Regional Health, Dr. Jie Cai, memberikan apresiasi atas kemandirian Indonesia dalam merancang kebijakan kesehatannya sendiri. Melalui sinergi antara keahlian nasional dan perspektif internasional, komisi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang inklusif untuk memperkuat enam pilar transformasi kesehatan yang telah dicanangkan pemerintah dalam RPJMN 2025–2029.