Balai Besar Taman Nasional Gunung Merbabu (BBTNGMb) secara resmi mengumumkan penutupan sementara untuk dua jalur pendakian populer, yakni jalur Thekelan dan jalur Selo. Langkah ini diambil untuk menghormati tradisi masyarakat setempat serta memfasilitasi persiapan dan pelaksanaan ajang olahraga Merapi Merbabu De Trail (MMDT) yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
Berdasarkan keterangan resmi, jalur pendakian Thekelan akan tidak dapat diakses mulai dari Selasa, 28 Juli 2026, hingga Kamis, 30 Juli 2026. Sementara itu, jalur pendakian via Selo akan ditutup mulai Jumat, 31 Juli 2026, sampai dengan Minggu, 2 Agustus 2026. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas pendakian, kegiatan perkemahan, maupun kunjungan wisata melalui kedua akses ini ditiadakan.
Kepala BBTNGMb, Anggit Haryoso, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan dari Karang Taruna Ngudi Luhur Dusun Thekelan serta Kelompok Pencinta Alam Ranger Merbabu Selo. Pihak pengelola menghimbau para pendaki yang telah merencanakan kunjungan agar segera melakukan penyesuaian jadwal atau mempertimbangkan jalur pendakian alternatif lainnya.
Sebagai informasi, terdapat empat jalur resmi di Gunung Merbabu, yakni Selo, Thekelan, Suwanting, dan Wekas. Bagi pendaki yang tetap ingin melakukan pendakian di jalur yang masih dibuka, diwajibkan melakukan pemesanan tiket melalui sistem booking online di laman resmi tngunungmerbabu.org.
Seluruh pengunjung diingatkan untuk senantiasa menaati protokol wisata pendakian yang berlaku. Fokus utama dari kebijakan ini adalah menjaga aspek keamanan, kebersihan, serta kelestarian ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu demi kenyamanan bersama.