Aktivitas vulkanik Gunung Semeru dilaporkan kembali meningkat setelah Pos Pengamatan Gunung Api mencatat adanya enam kali rentetan guguran lava pijar. Fenomena alam ini teramati meluncur sejauh satu kilometer dari pusat kawah menuju sektor tenggara, tepatnya ke arah aliran Besuk Kobokan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporannya menjelaskan bahwa erupsi tersebut turut disertai dengan kolom asap berwarna kelabu setinggi 1.000 meter di atas puncak. Kondisi ini menegaskan bahwa aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih menunjukkan dinamika yang cukup aktif.

Hingga saat ini, otoritas terkait tetap mempertahankan status Gunung Semeru pada level III atau Siaga. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk mematuhi zona larangan beraktivitas, yakni dalam radius 13 kilometer dari puncak kawah, guna mengantisipasi risiko keselamatan.

Selain ancaman guguran lava, pihak pos pengamatan juga memberikan peringatan tegas kepada warga dan pendaki untuk mewaspadai bahaya awan panas guguran serta potensi banjir lahar. Masyarakat diminta selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan debit air di sepanjang aliran sungai yang berhulu langsung dari puncak Gunung Semeru.