YOGYAKARTA — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama PELKESI dan YAKKUM menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Auditorium RS Bethesda, Yogyakarta, guna membahas masa depan pelayanan kesehatan Kristen. Forum ini dirancang untuk menjawab dinamika perubahan regulasi kesehatan nasional dan memastikan keberlanjutan operasional berbagai rumah sakit serta klinik berbasis nilai Kristiani di tanah air.

Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, menyoroti penurunan performa hingga penutupan sejumlah rumah sakit Kristen belakangan ini. Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan bagian integral dari misi gereja selain pendidikan. Melalui forum diskusi yang dihadiri lebih dari 50 perwakilan sinode dan pengelola yayasan ini, diharapkan lahir sinergi yang mampu memperbaiki tata kelola lembaga agar tetap menjadi berkat bagi masyarakat luas.

Tantangan yang dihadapi lembaga kesehatan Kristen kian kompleks, mulai dari penyesuaian program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), disrupsi teknologi medis, kebutuhan investasi yang besar, hingga persaingan industri yang ketat. Dinamika ini menuntut manajemen rumah sakit untuk tidak hanya memikirkan aspek finansial, melainkan juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kapasitas adaptasi organisasi.

Dalam diskusi tersebut, para peserta merumuskan strategi penguatan filantropi gerejawi serta pendekatan pelayanan kesehatan berbasis nilai (value-based health care). Konsep ini dinilai krusial untuk membangun tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel tanpa meninggalkan identitas rohani lembaga. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk pemerintah dan BPJS Kesehatan, dipandang sebagai langkah krusial untuk memperluas jangkauan layanan.

FGD ini menghadirkan perspektif dari akademisi Universitas Kristen Satya Wacana, Dr. Dyah Hapsari Prananingrum, serta praktisi kesehatan seperti dr. Daniel Budi Wibowo dari PELKESI dan Dr. David Santoso dari RS Immanuel Bandung. Selain itu, dipaparkan pula kisah sukses revitalisasi RS PGI Cikini oleh YAKES PGI serta Program Biji Sesawi oleh YAKKUM sebagai contoh nyata filantropi kesehatan berbasis jemaat yang berdampak konkret.