Momentum Hari Anak Nasional tahun ini yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" menjadi pengingat krusial bagi para orang tua untuk memperhatikan tumbuh kembang buah hati. Salah satu langkah mendasar yang tidak boleh diabaikan adalah pemenuhan hak kesehatan anak melalui pemberian imunisasi dasar secara lengkap, khususnya untuk menangkal ancaman penyakit mematikan seperti difteri, pertusis, tetanus, dan polio.
Sebagian masyarakat keliru menganggap bahwa penyakit-penyakit menular tersebut telah sepenuhnya hilang dari lingkungan. Padahal, data Kementerian Kesehatan menunjukkan capaian imunisasi dasar lengkap nasional pada tahun 2025 baru menyentuh angka 80,2 persen. Kondisi ini menyisakan hampir 960.000 anak di Indonesia dalam kategori tanpa dosis (zero-dose), atau belum pernah menerima vaksinasi sama sekali, sehingga sangat rentan terhadap penularan penyakit.
Rendahnya cakupan imunisasi berdampak langsung pada munculnya kembali Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 68 kasus KLB difteri di 58 kabupaten/kota, serta 237 kasus KLB pertusis di 114 kabupaten/kota dengan 409 kasus terkonfirmasi. Sebelumnya, pada akhir 2023, temuan kasus kelumpuhan akut akibat polio di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Papua telah memaksa pemerintah menetapkan status KLB.
Mengatasi tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan terus berinovasi mempermudah akses layanan imunisasi, salah satunya melalui pemanfaatan vaksin heksavalen sejak Oktober 2025. Program yang menggabungkan proteksi DPT, Hepatitis B, Hib, dan IPV dalam satu suntikan ini diharapkan mampu menyederhanakan jadwal imunisasi. Selain itu, penggunaan vaksin kombinasi seperti DTaP-IPV yang menggunakan komponen pertusis aselular kini menjadi pilihan karena memiliki efek samping demam yang lebih ringan namun tetap memberikan perlindungan optimal.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Kementerian Kesehatan merekomendasikan pemberian vaksinasi DPT secara bertahap mulai usia 2 bulan, diikuti dengan booster pada usia 18 bulan dan 5 hingga 7 tahun. Sementara itu, imunisasi polio diberikan sejak bayi lahir hingga usia 4 bulan dengan booster pada usia 18 bulan. Orang tua diimbau untuk segera memeriksa buku KIA dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan di fasilitas terdekat guna melengkapi imunisasi anak yang tertunda.