Kawasan Wana Wisata Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah kembali bergaung dengan harmoni musik jazz yang memikat dalam perhelatan BRI Jazz Gunung Slamet 2026 pada Sabtu (27/6). Mengusung tema "Jazztination", festival ini sukses memadukan alunan musik kelas dunia dengan eksotisme alam pegunungan. Kehadiran event ini sekaligus menandai kembalinya rangkaian legendaris Jazz Gunung Series setelah absen sejak 2024.
Meski hujan sempat mengguyur area pertunjukan sejak sore hari, antusiasme para pencinta jazz yang akrab disapa Jamaah Al-Jazziyah tidak surut. Udara dingin dan kabut yang perlahan turun justru menambah kesyahduan atmosfer Baturraden. Musisi asal Purwokerto, Amelia Ong, membuka panggung dengan apik mengenakan kebaya merah khas, membawakan karya orisinalnya sembari memainkan saksofon di tengah rintik hujan.
Kemeriahan berlanjut dengan aksi panggung teatrikal dari duo NonaRia yang membawakan 12 lagu interaktif, menyulut semangat penonton di tengah dinginnya malam. Setelah itu, trio progressive jazz-rock Emptyyy memberikan warna berbeda yang lebih berani. Berkolaborasi dengan Eka Annash, mereka membawakan lagu "Maruk" sebagai kritik tajam terhadap ketamakan manusia melalui distorsi aransemen modern yang memukau.
Sentuhan lokal semakin kental saat Kevin Yosua Big 6 berkolaborasi dengan Gracy Tamangendar melantunkan lagu daerah Banyumas, "Di Tepinya Sungai Serayu", dengan aransemen jazz yang memikat. Sebagai penutup, grup musik Mocca membawa ribuan penonton bernostalgia lewat deretan tembang hits mereka. Momen kebersamaan kian terasa hangat saat penonton turut merayakan ulang tahun sang pencabik bas, Toma Pratama, di atas panggung.
Tidak sekadar menjadi pesta musik, festival ini juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di wilayah Banyumas. Lebih dari 15 UMKM lokal berpartisipasi menyajikan kuliner dan produk kriya khas, dilengkapi dengan area Kampung Durian yang mempromosikan komoditas unggulan daerah. Lonjakan kunjungan wisatawan ini juga berdampak langsung pada penuhnya tingkat hunian penginapan di sekitar Baturraden sejak sehari sebelum acara.
Kesuksesan di lereng Gunung Slamet ini menjadi modal berharga bagi penyelenggara sebelum melanjutkan estafet Jazz Gunung Series berikutnya. Rangkaian festival tahunan ini dijadwalkan akan menyapa para penikmat musik di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada 18 hingga 25 Juli 2026 mendatang.