Menghadapi era disrupsi digital yang didominasi oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Ibnu Hajar Boarding School (IHBS) mengambil langkah strategis dalam sistem pendidikan mereka. IHBS berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga memiliki landasan moral yang kokoh berdasarkan nilai-nilai Islam.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pengawas Yayasan Dakwah Islam Cahaya Ilmu, Ustaz Abdullah Ashim, dalam perhelatan wisuda jenjang SD, SMP, SMA, hingga Mahad Aly Tahun Pelajaran 2025/2026 di Bogor, Minggu (5/7/2026). Menurutnya, AI seharusnya dipandang sebagai peluang strategis untuk membangun peradaban, asalkan pengembangannya diarahkan oleh prinsip-prinsip keislaman.

Ustaz Abdullah berharap para alumni IHBS yang nantinya terjun sebagai ilmuwan maupun pengembang teknologi dapat menjadi agen perubahan yang tetap memegang teguh identitas agama. Ia menegaskan bahwa teknologi semestinya berfungsi sebagai instrumen kemaslahatan, bukan alat yang merusak tatanan moral masyarakat.

Sejak didirikan pada tahun 2010, IHBS menerapkan kurikulum integratif yang menggabungkan pendidikan umum dengan penguatan nilai agama. Siswa didorong untuk unggul dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), sembari dibekali pemahaman Islam moderat atau wasatiyah. Konsep ini mengajarkan siswa untuk bersikap seimbang dan inklusif dalam menyikapi dinamika zaman.

Selain kurikulum akademik, IHBS memperkuat aspek spiritual melalui program Diniyah dan Mahad Aly yang memberikan beasiswa penuh bagi calon dai untuk mengabdi ke berbagai pelosok negeri. Melalui wisuda tahun ini, IHBS kembali menegaskan visinya bahwa masa depan memerlukan sosok-sosok yang mengombinasikan kecerdasan intelektual dengan integritas dan tanggung jawab moral yang tinggi.