Tim peneliti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) baru saja melakukan uji coba sistem berbasis Internet of Things (IoT) untuk optimalisasi pengelolaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kelurahan Gunung Sulah, Bandar Lampung. Proyek riset ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bagian dari komitmen pengembangan solusi lingkungan berbasis digital.

Sistem canggih ini dirancang untuk menyajikan data kondisi lingkungan secara aktual dan akurat. Melalui perangkat sensor, pengelola TPS dan warga dapat memantau berbagai parameter vital, mulai dari jenis tumpukan sampah, konsentrasi gas berbahaya, hingga fluktuasi suhu dan kelembapan di sekitar lokasi pembuangan. Informasi transparan ini menjadi acuan krusial dalam menentukan jadwal pengangkutan sampah secara tepat waktu, sehingga risiko pencemaran lingkungan dapat dimitigasi sejak dini.

Ketua tim peneliti, Enggar Utari, menegaskan bahwa keberhasilan teknologi ini tidak hanya bertumpu pada perangkat keras, tetapi juga pada penguatan kesadaran lingkungan masyarakat. Inovasi ini mengombinasikan pemetaan sosial dengan kecanggihan teknologi untuk memastikan partisipasi aktif warga dalam menjaga keberlanjutan kebersihan lingkungan di wilayah mereka masing-masing.

Pelibatan elemen masyarakat, seperti pengurus RT, RW, hingga kader PKK dalam proses uji coba, menunjukkan bahwa sistem ini dibangun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektro dan Pendidikan Biologi juga menjadi ajang pembelajaran riset praktis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan.

Apresiasi positif datang dari penggiat komunitas pengelola sampah setempat, Taufik Rinaldi. Menurutnya, data yang disediakan oleh sistem IoT sangat membantu efisiensi operasional TPS. Pihak tim peneliti berharap model ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain melalui sinergi strategis antara pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas masyarakat luas.