Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika Universitas Halu Oleo (UHO). Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran kampus tersebut berhasil menciptakan alat skrining kesehatan inovatif bernama SI-AKUR (Sistem Indikasi Analisis Kesehatan Urinaria dan Reproduksi), yang mengantarkan mereka meraih predikat Juara I dalam ajang nasional MEDSMOTION 2026.
Tim yang terdiri atas Cressendo Reifaldi, Aldu Three Bintang Aksa, dan Nabil Syayyid Alfatih ini sukses menaklukkan kompetisi video edukasi yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Inovasi mereka dinilai unggul karena memadukan pemanfaatan bahan alam lokal dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi gangguan kesehatan urinaria dan reproduksi.
Anggota tim, Cressendo Reifaldi, menjelaskan bahwa pengembangan SI-AKUR dilatarbelakangi oleh tingginya angka keterlambatan penanganan penyakit urinaria di masyarakat. Keterbatasan akses terhadap fasilitas medis serta rendahnya kesadaran publik untuk melakukan pemeriksaan berkala menjadi faktor pendorong utama terciptanya alat deteksi dini yang praktis ini.
Secara teknis, SI-AKUR mengandalkan kertas strip biomarker yang diekstraksi dari bahan-bahan herbal asli Indonesia, seperti bunga telang, kunyit, dan pinang. Pengguna cukup mencelupkan strip tersebut ke dalam sampel urine untuk melihat reaksi perubahan warna yang mengindikasikan tingkat keasaman (pH), adanya peradangan, serta kadar nitrit dalam tubuh.
Setelah perubahan warna terjadi pada strip, pengguna dapat memindainya menggunakan aplikasi khusus yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan. AI tersebut akan menganalisis data visual warna strip bersamaan dengan jawaban kuesioner gejala yang diisi oleh pengguna. Aplikasi kemudian memproses data untuk memberikan hasil diagnosis awal, saran edukasi medis, hingga rekomendasi fasilitas kesehatan terdekat.
Kendati telah mengukir prestasi di tingkat nasional, tim FK UHO menegaskan bahwa proyek SI-AKUR masih memerlukan rangkaian uji klinis dan pengembangan lebih lanjut sebelum diaplikasikan secara luas. Mereka berharap sistem kecerdasan buatan pada aplikasi ini dapat terus disempurnakan melalui kolaborasi bersama para akademisi, praktisi medis, dan sektor industri kesehatan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.