Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-10, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) menyelenggarakan Temu Ilmiah III yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Pelalawan. Forum ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, pakar, pemerintah, serta pelaku industri untuk membedah tantangan masa depan sektor kelapa sawit melalui pendekatan inovasi teknologi.

Mengangkat tema teknologi pintar dan berkelanjutan, forum berskala internasional ini menghadirkan kolaborasi pemikiran dari para ahli asal Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Nigeria. Diskusi difokuskan pada upaya menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek transparansi dan standar operasional yang ramah lingkungan sebagai syarat utama perdagangan internasional.

Rektor ITP2I, Prof. Tengku Dahril, menekankan bahwa peran institusi pendidikan sangat krusial dalam memperkuat daya saing komoditas unggulan nasional. Pihaknya kini tengah berfokus pada peningkatan kualifikasi tenaga pengajar hingga jenjang doktor demi menghasilkan riset aplikatif yang dapat langsung diterapkan oleh petani dan pelaku industri perkebunan di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan menyambut baik inisiatif tersebut, mengingat ketergantungan ekonomi daerah yang kuat pada sektor kelapa sawit. Integrasi antara temuan ilmiah di laboratorium dengan praktik budidaya di kebun dinilai menjadi kunci utama untuk memangkas biaya produksi serta menepis keraguan pasar internasional terkait isu keberlanjutan lingkungan.

Hilirisasi produk turunan sawit menjadi poin penting dalam diskusi ini. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri, sekaligus memastikan kesejahteraan petani lokal terjaga di tengah dinamika harga komoditas global yang fluktuatif.