PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat langkah transformasi bisnisnya untuk menciptakan nilai berkelanjutan yang melampaui sekadar penyediaan infrastruktur jalan. Perusahaan kini mengadopsi paradigma baru, yakni mengalihkan orientasi dari infra as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture. Melalui pendekatan ini, pengelolaan jalan tol dirancang tidak hanya untuk menghubungkan wilayah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan peningkatan pengalaman perjalanan bagi pengguna.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa indikator kesuksesan perseroan kini telah bergeser. Tolok ukur keberhasilan tidak lagi semata-mata bertumpu pada panjang jalan tol atau besaran aset yang dikelola, melainkan pada dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat, investor, dan negara. Strategi bisnis pun kini dipusatkan pada pelanggan dengan menerapkan prinsip Know Your Customer demi optimalisasi pelayanan di seluruh lini operasi.
Sebagai tulang punggung konektivitas nasional yang melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari, Jasa Marga memperkuat ekosistem digitalnya. Salah satu inovasi utama yang dihadirkan adalah Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional terintegrasi berbasis data yang memantau lalu lintas secara real-time. Kehadiran JMTC ini mendapat apresiasi dari akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk integrasi mobilitas cerdas yang sangat krusial bagi keberlanjutan masa depan.
Selain JMTC, kepuasan pengguna jalan juga didongkrak melalui aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) yang telah diunduh lebih dari 1,3 juta kali. Praktisi bisnis Prof. Rhenald Kasali turut memuji aplikasi ini karena dinilai berhasil menjawab perubahan ekspektasi pelayanan publik di era digital. Keandalan layanan operasional ini juga ditingkatkan lewat penyederhanaan nomor kontak darurat menjadi Call Center 133, serta peremajaan fasilitas rest area menjadi destinasi wisata dan ekonomi lokal.
Transformasi menyeluruh ini berjalan beriringan dengan performa keuangan yang solid pada Kuartal I/2026, di mana Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, tumbuh 10,4 persen secara tahunan. Di samping itu, perseroan terus mempercepat penyelesaian sejumlah proyek jalan tol strategis nasional seperti ruas Probolinggo-Banyuwangi dan Yogyakarta-Bawen guna memperkuat logistik nasional dan mendukung pariwisata daerah.