Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Wibowo, menegaskan bahwa penanganan persoalan lalu lintas di Indonesia memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen bangsa. Baginya, lalu lintas bukan sekadar mobilitas di jalan raya, melainkan representasi budaya masyarakat serta indikator utama tingkat modernisasi sebuah negara.
Dalam keterangan resminya pada Rabu (8/7), Irjen Wibowo menyoroti dua faktor krusial yang diprediksi akan mengubah lanskap keamanan dan keselamatan jalan raya ke depan, yakni fenomena bonus demografi serta akselerasi kemajuan teknologi. Keduanya menuntut sistem manajemen lalu lintas yang lebih adaptif, responsif, dan terintegrasi.
Namun, tantangan tersebut dinilai masih terhambat oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. Praktik pelanggaran seperti melawan arus hingga kini masih menjadi perhatian serius karena berisiko tinggi memicu kecelakaan serta mengganggu ketertiban umum.
Menanggapi dinamika mobilitas yang semakin tinggi, Irjen Wibowo menyatakan bahwa Polri terus berupaya melakukan transformasi digital dalam pelayanan publik. Ia menekankan bahwa sistem pelayanan lalu lintas ke depan harus mampu menyajikan kemudahan akses dan efisiensi bagi masyarakat tanpa mengabaikan standar keamanan yang ketat.