Kebakaran lahan yang melanda kawasan Cagar Alam Gunung Guntur di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dipastikan telah berhasil dikendalikan secara cepat. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyatakan bahwa kobaran api hanya menghanguskan sekitar 0,49 hektare alang-alang kering dan tidak sampai merambat ke vegetasi pohon hutan.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita, mengungkapkan bahwa kesigapan petugas gabungan dan bantuan aktif masyarakat setempat menjadi kunci utama dalam penanganan cepat ini. Akses jalan yang relatif mudah dijangkau memudahkan proses pemadaman secara manual menggunakan alat semprot portabel.

Vitriana menjelaskan bahwa setelah pemadaman yang berlangsung dalam waktu sehari tersebut, jajarannya terus melakukan pemantauan intensif di lokasi. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan di tengah musim kemarau.

Peristiwa ini tercatat sebagai kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pertama di wilayah cagar alam Garut sejak memasuki musim kemarau tahun ini. BBKSDA Jabar kini meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan kebakaran hutan lainnya di Garut, termasuk kawasan Kamojang dan Gunung Papandayan.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pihak BBKSDA bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyiagakan Balai Karhutla. Selain patroli rutin, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan mengingat mayoritas kebakaran hutan dipicu oleh kelalaian manusia.