Setelah sekian lama menghadapi kendala operasional akibat ketergantungan pada teknologi persinyalan asing, industri perkeretaapian Vietnam akhirnya mencapai tonggak sejarah penting. Melalui riset intensif yang berlangsung sejak 2017 hingga 2021, negara tersebut sukses mengembangkan sistem kendali operasi kereta api stasiun listrik terpusat yang dirancang secara mandiri.
Permasalahan bermula dari penggunaan peralatan persinyalan asal Tiongkok dan Prancis yang rentan terhadap kerusakan. Proyek senilai 2,4 triliun VND tersebut sempat terhambat karena ketidakmampuan Vietnam melakukan perbaikan mandiri, ditambah dengan berakhirnya masa garansi dan penghentian produksi perangkat terkait oleh kontraktor asing. Kondisi ini memaksa operator kereta api untuk bergantung pada jasa ahli luar negeri dengan biaya tinggi.
Menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Terapan berkolaborasi dengan Perusahaan Kereta Api Vietnam serta berbagai lembaga pendidikan tinggi untuk melahirkan sistem kendali berbasis mikrokontroler dengan kode proyek TĐL.CN-12/17. Inovasi ini tidak hanya mencakup sistem interlock elektronik, tetapi juga penghitung gandar dan sinyal berbasis LED yang terintegrasi sepenuhnya.
Kecanggihan utama dari sistem buatan dalam negeri ini terletak pada penerapan model Internet of Things (IoT). Dengan fitur ini, seluruh status operasional peralatan dapat dipantau secara *real-time* dari jarak jauh. Data yang dihasilkan memungkinkan pengembangan model pemeliharaan prediktif serta penciptaan 'kembaran digital' (*digital twin*) jaringan kereta api di masa depan.
Keberhasilan ini menandai langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan lokalisasi infrastruktur perkeretaapian Vietnam. Kini, otoritas perkeretaapian setempat memiliki kendali penuh untuk merancang, mengoperasikan, hingga memperbaiki sistem persinyalan mereka sendiri, yang pada akhirnya akan memperkuat efisiensi manajemen infrastruktur dan standar keselamatan transportasi nasional.