Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam, Trinh Thi Thuy, menekankan pentingnya menjadikan efektivitas praktis sebagai tolok ukur utama dalam penerapan sistem nilai nasional yang baru. Langkah ini bertujuan untuk mentransformasi pedoman kebijakan menjadi norma perilaku nyata yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.

Menurut Trinh Thi Thuy, rencana strategis ini merupakan upaya komprehensif yang mengintegrasikan nilai nasional, budaya, keluarga, dan standar kemanusiaan dalam satu kerangka kerja yang solid. Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai subjek utama, di mana keluarga menjadi fondasi karakter, sementara budaya berfungsi sebagai ruang pemeliharaan nilai-nilai tersebut agar terus relevan di era pembangunan modern.

Dalam pelaksanaan teknisnya, pemerintah Vietnam menerapkan prinsip "6 poin yang jelas" untuk memastikan akuntabilitas, yakni kejelasan mengenai pelaksana, tugas, wewenang, tanggung jawab, linimasa, serta hasil akhir yang ingin dicapai. Metode ini dirancang untuk meminimalisasi formalitas birokrasi dan memastikan setiap kementerian serta daerah mampu menjalankan program dengan target yang terukur dan dapat dievaluasi.

Menatap periode 2026-2030, kementerian terkait telah menyiapkan tiga kelompok solusi utama. Fokusnya meliputi peningkatan kesadaran publik melalui transformasi digital, penciptaan ekosistem budaya yang sehat di berbagai lini, hingga penguatan mekanisme pengawasan berkala. Langkah ini diharapkan mampu memicu kekuatan spiritual kolektif yang mendorong percepatan pembangunan bangsa secara berkelanjutan.

Trinh Thi Thuy menegaskan bahwa keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada konsensus seluruh elemen masyarakat. Ia menyerukan agar para pemimpin di setiap tingkatan menjadi teladan dalam mempraktikkan nilai-nilai tersebut, sekaligus mengajak partisipasi aktif warga sebagai pilar utama dalam melestarikan identitas nasional di tengah arus perubahan global.