Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI terus mengoptimalkan pemanfaatan ajang olahraga berskala besar sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Melalui integrasi antara agenda publik dan pemberdayaan pelaku usaha, momen keramaian diharapkan mampu membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut tampak pada gelaran nonton bersama pertandingan Piala Dunia di Lapangan Saparua, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral antara Kementerian UMKM, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Bank bjb, Jamkrida Jabar, serta berbagai mitra strategis lainnya. Ribuan warga yang hadir turut menghidupkan ekosistem UMKM melalui transaksi pada stan kuliner dan produk kreatif yang disediakan.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menekankan bahwa sinergi ini adalah model masa depan bagi pengembangan UMKM. Menurutnya, pendekatan kolaboratif yang menyatukan unsur hiburan dan ruang dagang merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha secara langsung di ruang-ruang publik.
"Kami ingin memastikan setiap agenda publik memberikan dampak ekonomi yang konkret. UMKM adalah tulang punggung ekonomi yang paling dekat dengan keseharian masyarakat, sehingga keterlibatan mereka harus menjadi prioritas dalam setiap penyelenggaraan kegiatan," ungkap Bagus dalam keterangannya.
Di sisi lain, para pelaku usaha pun merasakan dampak positif dari kebijakan ini. April, salah seorang pedagang di lokasi acara, menyatakan bahwa keterlibatan dalam kegiatan tersebut mampu mendongkrak omzet secara signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Ia berharap pemerintah terus konsisten menghadirkan ruang usaha yang tertata dengan baik di masa mendatang.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan sektor perbankan. Harapannya, UMKM tidak hanya mendapatkan ruang berjualan, tetapi juga pendampingan akses pembiayaan dan perluasan jaringan pemasaran yang lebih luas, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.