Gunung Merapi kembali menunjukkan dinamika aktivitas vulkanik yang cukup signifikan pada Jumat (10/7/2026). Berdasarkan data pemantauan terbaru, gunung api aktif yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini teramati meluncurkan guguran lava pijar sebanyak sembilan kali.
Luncuran material vulkanik tersebut terpantau mengarah ke sektor barat daya, yakni menuju alur Sungai Sat dan Sungai Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai dua kilometer. Meskipun aktivitas guguran tergolong cukup intens, kondisi visual puncak gunung terpantau jelas tanpa terlihat adanya asap kawah yang keluar.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa Gunung Merapi saat ini masih mempertahankan status Siaga atau Level III. Selain guguran lava, instrumen seismik mencatat terjadinya 42 kali gempa guguran dan sembilan kali gempa fase banyak atau gempa hybrid, yang mengindikasikan masih adanya suplai magma di bawah permukaan.
Kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut terpantau cerah. Suhu udara di kawasan lereng dilaporkan berkisar antara 15,8 hingga 17 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara berada di kisaran 70,3 hingga 82 persen. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya sekunder akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.