Pemerintah Kabupaten Klaten kini melangkah lebih jauh dalam menangani problematika limbah dengan mengintegrasikan teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy). Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang menjadikan Klaten sebagai salah satu dari 20 daerah percontohan program tata kelola lingkungan yang didukung oleh Kementerian Dalam Negeri.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan hilir, melainkan harus dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Di tingkat hulu, Pemkab Klaten telah menerbitkan Surat Edaran Bupati guna mewajibkan masyarakat melakukan pemilahan sampah mandiri dari rumah tangga sebagai langkah awal pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Sementara itu, di tingkat tengah, pemerintah daerah tengah melakukan revitalisasi terhadap Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang sempat tidak aktif. Langkah ini didukung dengan komitmen penambahan unit TPS3R setiap tahunnya guna mempercepat proses pengolahan sampah di tingkat kawasan.
Pada aspek hilir, Pemkab Klaten telah meresmikan operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Troketon, Kecamatan Pedan, yang berfungsi mereduksi bau dan menjernihkan air lindi hasil timbunan sampah. Inovasi ini memastikan pembuangan limbah cair memenuhi baku mutu lingkungan yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten, Srihadi, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 6,6 hektare untuk menunjang fasilitas pabrik pengolahan energi berbasis sampah ini. Lokasi tersebut dinilai strategis karena memiliki kedekatan dengan gardu listrik PLN dan sumber air sungai yang dibutuhkan untuk proses operasional teknologi tersebut.
Proyek yang diproyeksikan dapat beroperasi pada awal tahun 2028 ini direncanakan akan memulai tahapan nota kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat. Diharapkan, kehadiran teknologi ini mampu menjawab tantangan volume sampah yang terus meningkat di Kabupaten Klaten, yang saat ini mencapai kisaran 170 ton per hari.